Nikmat Tak Terbayangkan

Nikmat Tak Terbayangkanby masbroon.Nikmat Tak TerbayangkanSebenarnya aku malu menceritakan kejadian yang sampai sekarang masih sering kulakukan ini. Aku adalah seorang ibu rumah tangga dan aku juga punya status sebagai janda. Kehidupan aku cukup baik, karena peninggalan deposito dari suami dan kadang2 ada bisnis jual beli perhiasan dengan teman. Anak aku ada 2 orang dan mereka semua sekolah di Jogya, karena […]

Cerita sex

Cerita sex


Sebenarnya aku malu
menceritakan kejadian yang
sampai sekarang masih sering
kulakukan ini. Aku adalah
seorang ibu rumah tangga dan
aku juga punya status sebagai
janda. Kehidupan aku cukup
baik, karena peninggalan
deposito dari suami dan
kadang2 ada bisnis jual beli
perhiasan dengan teman. Anak
aku ada 2 orang dan mereka
semua sekolah di Jogya, karena
dekat dengan kakek neneknya.
Dirumah aku cuma ditemani oleh
Surti (pembantu) dan Remi,
anjing herder peninggalan suami
juga.Tante Sange Di Kantor
Suatu hari teman jual beli
perhiasan aku yang bernama
Tina datang kerumah. Teman
bisnis aku banyak, dengan Tina
aku baru kenal kira2 1 bulan
yang lalu. Usia wanita itu sama
dengan aku dan punya anak
satu, wajahnya cukup cantik
ditambah dengan make up yang
pandai, dan Tina tahu cara
merawat tubuh dengan baik,
aku mendengar dari teman2
bahwa dia sangat pandai dalam
berbisnis perhiasan, apalagi
ditambah kepandaiannya
berbicara merayu pembeli. Tina
datang kerumahku hari itu
untuk menitipkan perhiasan
yang hendak dijual, biasanya
kami suka bertemu direstoran
padang langganannya, tumben
hari ini dia datang
mengunjungiku.
“Halooo Rin…….apa khabar
nih???” aku tersenyum senang
sambil membalas salam Tina.
“Tumben, kok bisa nyasar kesini
Tin?”
“Kangen aku tidak ketemu
kamu 2 minggu”
“Ahhhh….bisa aja….ayo masuk,
maaf ya rumah aku berantakan
dan kecil” aku mempersilahkan
Tina masuk keruang tamu.
“Ah rumah kamu bagus kok,
dilingkungan elite lagi” Komentar
Tina sambil duduk disofa.
“Seperti yg tadi kukatakan di
telepon, aku ingin menitipkan
perhiasan ini untuk kamu jualin,
soalnya lusa aku akan keluar
kota dengan suamiku” Kulihat
Tina mengeluarkan kantong
beludru hitam dari dalam
tasnya.
“Lebih baik dikamar saja Tin,
soalnya si Surti ada di dapur”
Ajak aku. aku selalu berhati2
dalam berbisnis di bidang ini.
Tina mengikuti masuk kekamar
aku. Lalu kami duduk diatas
ranjang dan Tina mengeluarkan
semua isi kantung beludru itu.
Perhiasan bertahtakan berlian
terpampang diatas ranjang,
berkilauan. aku kuatir juga
melihat perhiasan banyak
begitu, aku mengambil salah
satu kalung yang paling indah.
“Waah indah sekali kalung ini”
Kataku, lalu aku mencoba
memasangnya dileherku.
“Sini aku bantu” Tina beranjak
kebelakangku, lalu tangannya
berusaha mengaitkan kunci
kalung itu.
“Leher kamu bagus sekali Rin”
Ujar Tina, kurasakan leherku
dibelainya, bulu romaku jadi
berdiri, perasaanku jadi nggak
enak. Lalu tangan Tina membelai
pipiku, sementara tangannya
yang lain menelusuri leherku
terus merayap menuju dadaku.
“Tin….jangan gitu ah…..aku jadi
geli nih” Tapi Tina tidak
menjawab. Tiba2 aku merasakan
pipi kiriku panas, aku menoleh,
belum sempat aku sadar apa
yang membuat panas pipiku,
bibir Tina sudah menyambar
bibirku. Aku gelagapan dan aku
berontak berusaha menghindar,
tapi Tina seperti kesetanan, ia
terus menekan mulutnya ke
mulutku. Dan kurasakan buah
dadaku diremas olehnya. Aku
benar2 terkejut sekali dengan
perlakuan seperti itu, aku
mencoba mendorongnya, tapi
tubuhnya sudah menindih
tubuhku. Aku menendang dan
Tina melepaskan pelukannya.
Aku berusaha membetulkan
letak buah dadaku yang tadi
sampai keluar dari BH. Tina
memandangku dengan mata
yang redup.
“Sori Rin…..sejak kenal denganmu
aku merasa kamu sangat
merangsang sekali” Aku terdiam
sambil menahan amarah.
“Kok kamu gitu sih? Kan kamu
sudah punya suami??? Teganya
kamu….” Sergahku sambil
memelototinya. Tina
memandangku dengan
pandangan yang makin redup.
“Aku lebih bernafsu dengan
wanita sepertimu, lagi pula
suamiku tidak pernah bisa
memuaskanku, belum apa2
sudah loyo sehingga selama
perkawinan aku belum pernah
merasakan kepuasan”
“Tapi dengan modal
kecantikanmu kan kamu bisa
cari laki2 lain utk
memuaskanmu!”
“Aku tidak merasakan
kenikmatan seperti kalau
dengan wanita, aku ingin kamu
juga mencoba merasakannya
Rin” Jawab Tina sambil
mendekatiku. Aku beringsut
mundur kekepala ranjang.
“Tapi aku tidak pernah lesbian
begitu” Hatiku berdebar2
memperhitungkan kemungkinan
yang akan terjadi bila Tina
menyergapku seperti tadi.
“Jangan takut Rin, aku tidak
akan memaksamu, cuma aku
ingin kamu mengijinkanku
menciummu sekali saja,
tolonglah…..” Hatiku makin tak
keruan, sudah lama sekali aku
tidak pernah dijamah oleh laki2
apalagi perempuan. Mendengar
kata cium saja, aku sudah
merasa tidak keruan. Lagi pula
apa salahnya dicium Tina,
apalagi mulutnya tidak bau. Aku
tahu hati kecilku bersikap
pasrah.
“Baiklah…..tapi sekali saja, dan
jangan macam2 ya” Jawabku.
Tina lalu mendekatiku lalu
tangannya merangkul leherku,
lalu bibirnya mencium mulutku
dengan lembut, perasaanku tak
keruan merasakan ciuman itu,
aku memberanikan diri
membalas ciumanya. Lalu
kurasakan lidah Tina menjalar
masuk kedalam mulutku
mencari2 lidahku. Yang
kurasakan kemudian adalah
perasaan aneh dan gamang
yang tidak dapat dilukiskan.
Kurasakan hembusan napas
Tina yang panas dipipiku dan
lumatan mulutnya yang begitu
merangsang birahi.
Hampir 3 menit kami berciuman
dan aku tahu kemaluanku
sudah basah karena nafsu.
Sekarang aku benar2 pasrah
waktu Tina menjilati leherku
dengan lembut, tangannya
melepaskan tali daster
dipundakku, lalu dengan lembut
buah dadaku yang masih
tertuutp bh diremas2.
“Tiin…..jangan ah….malu Tin” Aku
berusaha mencegah setengah
hati. Dan Tina tahu aku tidak
benar2 ingin menghentikan
aktivitasnya.Aku merasakan
tangan kirinya masuk kedalam
celana dalamku, dan jari2nya
memainkan klitorisku, kadang2
dicubit2 kecil, benar2 sensasi
yang hebat sekali. Tanpa
kusadari aku juga sedang
meremas2 pantat Tina.
Tubuhnya menindih tubuhku dan
kurasakan buah dadanya yang
berukuran sedang menekan
buah dadaku yang memang dari
dulu tergolong besar. Tiba2 aku
baru sadar Tina sudah
setengah telanjang, cuma
memakai cd saja, sedangkan
aku benar2 bugil total. Tubuh
Tina berbau harum, entah
parfum apa yang dipakainya,
tapi wangi tubuhnya menambah
getaran berahiku. Tanganku
menjalar melepaskan celana
dalamnya, lalu kulihat sekilas
kemaluannya berkilat tanpa
sehelai bulu, rupanya bulunya
dicukur rutin. Jari2ku masuk
kedalam lubang kemaluannya
lalu kutusuk2 dengan lembut.
Tina merintih keenakan,
tangannya makin dalam
beroperasi dilubang kemaluanku.
Aku juga merintih keenakan.
Aku tidak tahu ternyata wanita
dengan wanita dapat saling
memuaskan dalam urusan sex.
Sekarang Tina sedang
menghisap puting buah dadaku,
sementara tangannya yang lain
terus bermain di klitorisku. Aku
merasakan Tina mulai menciumi
perutku, lalu memainkan
lidahnya di pusarku, aku
kegelian, tak lama kemudian
lidahnya sudah menjilati
kemaluanku.
“Tin jangan disitu ah……kan
jorok” Bisikku sambil berusaha
mendorong kepalanya. Tapi Tina
malah makin merenggangkan
pahaku dan klitorisku dhisap2
olehnya, kadang2 lidahnya
masuk keluar dalam lubang
kemaluanku. Aku sudah tak
dapat berpikir sehat lagi, yang
kurasakan cuma kenikmatan
yang tiada taranya. Tahu2
didepan wajahku sudah ada
kemaluan Tina, kedua lututnya
ada dikiri kanan kepalaku. Tina
tidak menurunkan pinggulnya,
jadi aku dapat dengan jelas
melihat kemaluanya yang botak.
Bibir kemaluannya berwarna
merah kehitaman dan kulihat
klitorisnya cukup besar
menonjol bertengger diatas
bibir kemaluannya. Aku
menyibak bibir kemaluan Tina,
dan kulihat kemaluannya basah
sekali oleh lendir yang bening,
aku lalu menusuk2 kemaluan itu
dengan telunjuk, jari tengah
dan jari manisku, kadang2
dengan kelingking juga. Lubang
kemaluan Tina sudah agak
kendur, mungkin punyaku juga
sama. Aku ragu2 mejilat
kemaluannya, soalnya aku
belum pernah menjilat kemaluan
sesama wanita. Tina terus
mengeluar masukkan lidahnya
dilubang kemaluanku, aku sudah
tak tahan lagi.
“Tin….aku hendak keluarrrr…..”
Tubuhku bergetar hebat,
kurasakan lidah Tina masuk
makin dalam kedalam
kemaluanku, dan aku
merasakan orgasme yang hebat
sekali. Sepertinya ini yang paling
enak semenjak aku menikah.
Tina masih terus menjilati
lendirku, aku juga tak perduli
lagi, kuraih pinggul Tina lalu
ketarik sampai wajahku
terbenam disela2 pahanya.
Tercium bau yang sama dengan
bau kemaluanku. Kujilat2
klitorisnya lalu kumasukkan juga
lidahku kedalam lubang
kemaluannya, kurasakan lendir
asin masuk kedalam mulutku.
Aku tidak perduli lagi. Lalu
kurasakan ada yang geli di
lubang pantatku.
“Aduh Tin jangan disitu
dong…..jorok kan?” Kurasakan
lubang pantatku berkerut
ketika lidah Tina berusaha
menerobos masuk. Kemudian
aku tak perduli juga, karena
aku merasakan kenikmatan
yang sama, aku juga melakukan
hal yang sama dengan Tina.
Kutusuk2 lubang pantatnya
dengan lidahku, lubang yang
kehitam2an itu jadi becek oleh
air liurku dan lendir
kemaluannya. Tiba2 Tina seperti
tersentak lalu beku…….mulutnya
mengeluarkan jeritan kecil, lalu
kurasakan ia menekan lubang
memeknya makin dalam
kewajahku danTante girang asal jepang
menggoyang2kan pinggulnya
sehingga hampir seluruh
wajahku tersapu oleh
kemaluannya.
“Aduuuuh riiin…..enak sekaliii….” Ia
memeluk erat2 pinggulku,
klitorisku digigit2 kecil olehnya.
Tak lama kemudian tubuhnya
melemas lalu betul2 lemas
sehingga aku tidak bisa
bernapas karena tekanan
kemaluannya diwajahku.
Keringatnya bergulir turun
masuk kedalam mulutku. Aku
juga benar2 puas sekali.
Kemudian Tina bangun lalu
mencium mulutku, kami kembali
bergelut sambil mendesah2. Tina
menempelkan kemaluannya
pada kemaluanku, lalu
menggosok2nya. Kira2 15 menit
kami berciuman sambil
berpelukan erat sampai aku tak
merasa kalau aku tertidur.
Entah berapa lama aku
tertidur, samar2 aku seperti
mendengar suara Remi. Aku
membuka mataku dan……astaga!!!
Kulihat Tina sedang bergelut
dengan Remi dilantai kamarku
yang beralaskan karpet biru.
Kulihat Tina sedang menjilat2
kemaluan Remi yang sudah
keluar dan berwarna merah
sekali. Mulut Tina berlumuran
cairan yang keluar terus dari
kemaluan anjing itu, dan anjing
itu bersuara kecil sepertinya
keenakan kemaluannya dihisap
oleh Tina. Kemaluan Remi cukup
besar, mungkin karena anjing
herder dan cairan seperti lendir
itu terus keluar menetes netes,
dan Tina mencerucup cairan
itu……
“Tin!! Gila kamu……kok sama Remi
sih???” Aku memberondong
Tina. Tapi lagi2 Tina tidak
menjawab, yang kulihat
kemudian ia berusaha menuntun
kemaluan Remi memasuki
kemaluannya. Dan Kudengar
rintihan Tina ketika kemaluan
yang cukup besar itu masuk
kedalam lubang kemaluannya.
Kulihat Remi menggerakkan
bokongnya dengan amat cepat,
lalu tidak berapa lama kemudian
terdengar Remi mendeking
halus lalu dari sela2 kemaluan
Tina kulihat cairan merembes
keluar banyak sekali, seperti air
kencing tapi juga seperti lendir
yang encer. Kulihat Tina
mengerang2 lalu tangannya
meraih kemaluan Remi dan
dimasuk keluarkan sendiri
olehnya. Melihat pemadangan
itu tubuhku kembali bergidik,
ada perasaan aneh merayap
kedalam jiwaku. Aku tahu
bahwa aku terangsang oleh
aksi Tina. Tanpa sadar aku juga
turun kelantai dan kepalaku
mengarah menuju selangkangan
Tina. Kulihat dari dekat
kemaluan Remi masih
digerak2an Tina keluar masuk
dalam kemaluannya, dan dari
kemaluan hewan itu masih terus
menetes lendir, sedangkan
kemaluan Tina kulihat sudah
merah sekali, juga kulihat lendir
Remi memenuhi kemaluan Tina.
“Rin….dijilat Rin….tolonglah Rin”
Rintihan Tina makin merangsang
nafsuku. Seperti ada yang
mendorong, kepalaku segera
menyusup keselangkangan Tina.
Pelan2 kujilat kemaluan Tina
yang sangat banjir itu. Aku
merasa cairan kemaluan Remi
terasa asin sekali, tapi baunya
tidak menyengat. Seperti
kesetanan aku menghirup dan
mencelucupi kemaluan Tina.
Persis seperti Remi jika sedang
minum air. Lidahku menguak
bibir kemaluan Tina, lalu masuk
menjelajahi seluruh dinding
vaginanya.
“Riiiiiiinnnnnn……….” Tina merengek
hebat,pinggulnya terangkat
menekan mulutku. Aku tak
perduli lagi. Kemudian aku
berpindah menghisap kemaluan
Remi, kumasukkan seluruh
kemaluannya kedalam mulutku.
Penis Remi terasa panas dalam
mulutku dan aku mencium bau
hewan itu, tapi pikiranku sudah
gelap yang ada hanya nafsu
yang selama ini terkubur
dalam2 dan kini meledak tak
terbendung.Aku tahu aku
bakalan menyesali perbuatanku
setelah ini.
Aku terus menjilat dan
mengulum penis Remi. Anjing itu
mendeking2 pelan, kadang2
berusaha menghindar, tapi Tina
memegang kedua kakinya
dengan erat. Tak lama
kemudian dari penis Remi
menyembur cairan panas
kedalam mulutku. Kumasukkan
seluruh penis Remi lalu
kusedot2, anjing itu mencoba
memberontak, entah
kenikmatan atau kegelian. Tina
memajukan wajahnya lalu kami
saling berciuman, kukeluarkan
sebagian cairan Remi kedalam
mulutnya. Wajah kami sudah
basah oleh cairan encer itu.
Sekarang aku berbaring
dibawah Remi, kemudian Tina
mulai menghisap kemaluan Remi
agar nafsu Remi kembali.
Setelah itu Tina mencoba
memasukkan penis Remi
kedalam vaginaku. Ternyata
penis itu kebesaran untuk
lubang vaginaku. Mungkin
lubang vaginaku menciut
sepeninggal suamiku yang
meninggal 4 tahun yang lalu.
Kepala penis Remi yang
meruncing itu masuk sedikit,
tiba2 Remi mendorong keras
sambil menusuk2 cepat sekali.
Aku merasa agak perih, tapi
kemudian kurasakan
kenikmatan yang tak
terbayangkan, lubang vaginaku
seperti ditusuk oleh mesin
penggerak yang amat cepat.
Aku tak tahu bagaimana
melukiskannya sampai aku
mencapai orgasme yang sangat
hebat. Seluruh rambut
ditubuhku seperti berdiri tegak
membuatku merinding. Tak lama
kemudian aku merasakan cairan
panas menyemprot dalam
vaginaku, aku berusaha
mengeluarkan penis Remi, tapi
hewan itu seperti tak perduli,
aku pasrah membiarkan seluruh
cairannya keluar dalam
vaginaku. Kemudian Tina
menyuruhku jongkok diatas
wajahnya. Tina melumat
vaginaku dengan penuh nafsu,
kulihat dari vaginaku mengalir
cairan Remi yang tersisa,
mengalir seperti air kencing
masuk dalam mulut Tina. Akupun
tidak mau ketinggalan, kulumat
juga vagina Tina yang sekarang
sudah agak lembab dan lengket.
Hari itu aku dan TinaNgentot Memek Kecil Abg
bersetubuh 3 kali, pagi, siang
dan malam hari. Aku tak
mengerti lagi apakah aku ini
normal atau tidak. Yang pasti
kebutuhan yang selama ini tak
tersalurkan, kini menemukan
muaranya. Aku sangat menyesal
dengan perbuatanku yang
mungkin bertentangan dengan
agama yang kuanut, tapi aku
terus menerus melakukannya
dengan Tina. Seolah2 kami
sudah tak terpisahkan. Tina
selalu mempunyai ide2 yang
baru dalam setiap permainan
kami. Aku juga tak tahu apakah
aku harus berterima kasih
padanya atau mengutuknya.
Dan belakangan aku Tina
mengatakan bahwa hampir
semua ibu2 yang kukenal
pernah diajak berlesbi olehnya.

Author: 

Related Posts